Rabu, 12 Desember 2012

Sesal Isya

-->
Tat kala angin alam mengayun
tubuhku terasa kaku
wajah dan mulut bisu
tertegun dalam keheningan
air mata seketika rebah
berlutut dan meminta-minta
ampuni dan ampuni hamba
sementara asma illahi
berkesinambungan memulai datangnya subuh.

WB: Yola Sastra

Tiada Bersinar

Langit mengelam
bagai matahari takkan pernah terbit lagi
sedang air yang menghambur terjun
tak mampu lagi memanjat hulu
bergemercik berbisik
pelan-pelan bintang yang halus
susup dan membenam ke angkasa
tak ada lagi cahaya
sedang bulan sudah seminggu tak bersinar
dalam hati aku berbisik
bawalah aku ke pelukan-Mu. 

WB: Yola Sastra

Tingkap Palsu


Aku terjaga di tengah kesenyapan malam
dengan mimpi yang begitu banyak dan membuncah
membuat dadaku sakit
hatiku pilu mendapat sakit goresan sembilu
yang perlahan-lahan menoreh ke hulu
bulir-bulir kesucian nurani pun jatuh
pecah berderai menerpa lantai
aku yang nanar
jatuh ke dalam tingkap kepalsuan
perlahan aku mati dengan raga yang tetap bergerak dan abadi
apakah ini kebutaan cinta?
Tuhan, bangkitkan jiwa ini dari mimpi panjangnya.

WB: Yola Sastra