Tat kala
angin alam mengayun
tubuhku
terasa kaku
wajah dan
mulut bisu
tertegun
dalam keheningan
air mata
seketika rebah
berlutut
dan meminta-minta
ampuni
dan ampuni hamba
sementara
asma illahi
berkesinambungan
memulai datangnya subuh.
WB: Yola
Sastra